A. DEFINISI ILMU KIMIA
- Definisi Kimia Secara umum adalah ilmu yang mempelajari zat/materi, perubahan zat (reaksi), beserta energi yang menyertainya, dan juga zat baru yang muncul. Perubahan zat di sini hanyalah perubahan zat secara kimia. Ditandai dengan munculnya zat baru. Untuk perubahan fisik (mencair, membeku, menguap, dll) tidak dipelajari dalam kimia.
- Definisi kimia secara teori ilmu, kimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan serta interaksi (reaksi) mereka untuk membentuk materi baru yang ada di sekitar kita.
- Definisi Kimia menurut James E. Brady , kimia adalah ilmu yang mempelajari bahan kimia.
- Definisi Kimia menuru Dictionary of the English Language, Fourth Edition copyright ©2000 by Houghton Mifflin Company : The science of the composition, structure, properties, and reactions of matter, especially of atomic and molecular systems.
- Definisi Kimia menurut the society, Sebuah seni kuno atau ilmu yang berkaitan dengan ekstraksi jus dari tanaman obat, atau logam dari bumi mereka, atau transmutasi elemen fisik, seperti logam dasar menjadi emas, penyusunan elixirs, dan hal-hal lain biasanya terhubung dengan alkimia, dari mana kimia modern merupakan turunan sepanjang garis khusus
Kimia adalah studi tentang
materi dan perubahan yang dialaminya. karena pengetahuan dasar kimia untuk
mahasiswa fisika biologi, astronomi, geologi, ekologi nutrisi, dan banyak mata
pelajaran lainnya, kimia sering disebut sebagai ilmu pusat. memang produk kimia
adalah pusat cara hidup kita, tanpanya, kita akan hidup lebih pendek dalam apa
yang kita anggap kondisi primitif tanpa dvd komputer mobil listrik dan banyak
kemudahan sehari-hari lainnya. meskipun kimia adalah ilmu kuno, fondasi
modernnya diletakkan pada abad ke-19 dan ke-20 ketika kemajuan intelektual dan
teknologi memungkinkan para ilmuwan untuk memecah zat menjadi komponen yang
lebih kecil dan akibatnya menjelaskan banyak karakteristik fisik dan kimianya.
Kimia umumnya
dipersepsikan lebih sulit daripada mata pelajaran lain setidaknya pada tingkat
pengantar. ada beberapa pembenaran untuk persepsi ini untuk satu hal,
chemistery memiliki spesialisasi vocabolary, yang bagi siswa pemula mungkin
tampak abstrak tenang. Namun chemystery sangat tertanam dalam pengalaman
sehari-hari sehingga kita semua akrab dengan efek dari proses kimia bahkan jika
kita tidak memiliki bahasa kimia yang tepat untuk menggambarkannya.
1.) Peranan Kimia di bidang Kesehatan
Bahan-bahan kimia sering digunakan sebagai obat-obatan. Obat dibuat berdasarkan
hasil penelitian terhadap proses dan reaksi kimia bahan-bahan yang berkhasiat
secara medis terhadap suatu penyakit. Hal ini dipelajari dalam cabang ilmu
Kimia Farmasi. Contohnya, etanol atau alkohol digunakan dalam proses pelarutan
obat dan sebagai pensteril alat-alat kedokteran.
2.) Peranan Kimia di bidang Pertanian
Kimia di bidang pertanian sangatlah penting pada era modern seperti ini.
Kemajuan dari ilmu kimia berperan dalam penemuan dan pembuatan komposisi baru
pada pertanian seperti pada pembuatan obat pembasmi hama yang notabene terdiri
dari bahan-bahan kimia, kemudian sekarang ini juga telah berkembang banyak
jenis dari pupuk-pupuk kimia di pasaran yang juga merupakan hasil dari kemajuan
ilmu kimia di bidang pertanian.
3.) Peranan Kimia di bidang Geologi
Bidang ini berkaitan dengan penelitian batu-batuan (mineral) dan pertambangan
gas dan minyak bumi. Proses penentuan unsur-unsur yang menyusun mineral dan
tahap pendahuluan untuk eksplorasi, menggunakan dasar-dasar ilmu kimia. Manfaat
ilmu kimia dalam bidang ini untuk membantu memahami serta mengerti temuan para
peneliti tentang bebatuan atau “benda-benda” alam
4.) Peranan Kimia di bidang Hukum
Di Bidang Hukum Manfaat di bidang hukum yaitu ketika terjadi
kejahatan-kejahatan ataupun pembunuhan, dengan begitu dibutuhkan sample hasil
tes DNA, yang menggunakan ilmu kimia.
5.) Peranan Kimia di bidang Pertenakan
Ilmu kimia pada bidang pertenakan sangat berperan khususnya untuk pertenakan di
era modern ini. Kemajuan dari ilmu kimia mendorong terobosan-terobosan baru
yang dapat meningkatkan nilai ekonomis dari hasil pertenakan ini, contohnya
pada penggunaan hormon penggemuk sapi yang tak lepas dari eksperimen-eksperimen
kimia di dalam pembuatannya, dan juga pada proses pengolahan dari limbah itu
sendiri menjadi pupuk, dll yang di dalamnya terkandung dari proses-proses
pengolahan senyawa kimia seperti gas methana, ammonia dan gas organik lainnya.
6.) Peranan Kimia di bidang Biologi
Peranan kimia di bidang biologi tak bisa dilepaskan, mengingat dari objek-objek biologi yang terdiri dari unsur-unsur senyawa kimia. Pembelajaran enzim, hormon, dll
termasuk contoh dari adanya peranan kimia di dalam ilmu biologi. Ilmu kimia
bermanfaat untuk mempelajari mekanisme metabolisme dalam sel-sel hidup,
mempelajari peran senyawa-senyawa organik seperti protein, lemak, karbohidrat
dalam tubuh, dll
7.) Peranan Kimia di bidang Industri
Penerapan ilmu Kimia di bidang industri, ilmu Kimia seringkali sangat
dibutuhkan. Mesin-mesin di industri membutuhkan logam yang baik dengan sifat
tertentu yang sesuai dengan kondisi dan bahan-bahan yang digunakan. Seperti
semen, kayu, cat, beton, dsb. dihasilkan melalui riset yang berdasarkan ilmu
Kimia. Kain sintetis yang Anda gunakan juga merupakan hasil penerapan ilmu
Kimia
8.) Peranan Kimia di bidang Arsitektur
Kimia berperan penting dalam bidang arsitektur. Dengan kemajuan ilmu kimia maka
berkembang pula keragaman arsitektur, variasi model, dan bahan-bahannya.
Bahan- bahan baham baru hasil eksperimen dari berbagai senyawa kimia telah
menghasilkan banyak komposisi di bidang arsitektur, contohnya dengan adanya
penggunaan semen.
9.) Peranan Kimia di bidang permesinan
Manfaat Ilmu kimia juga bisa mengenai bidang permesinan yaitu mempelajari sifat
dan komposisi logam yang baik untuk pembuatan mesin, mempelajari sifat,
komposisi bahan bakar dan minyak pelumas mesin.
10.) Peranan Kimia di bidang teknik sipil
Bahan-bahan yang digunakan dalam bidang ini adalah semen, kayu, cat, paku,
besi, paralon (pipa PVC), lem dan sebagainya. Semua bahan tersebut dihasilkan
melalui riset yang berdasarkan ilmu kimia. Manfaat ilmu kimia dalam hal ini
adalah agar bahan-bahan bangunan tersebut dapat diketahui kelebihan serta
kekurangannya, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan dikemudian hari.
11.) peranan kimia di bidang Dunia seni
Industri kimia menghasilkan cat untuk memperindah suatu bahan atau bangunan.
Bahan kimia yang ada dalam cat tembok antara lain kalsium karbonat, titanium
dioksidapolivinil akrilik, kaolin pigmen, dan air.
12.) peranan kimia di bidang Ilmu Forensik
Para ilmuwan forensic menggunakan bahan kimia untuk memecahkan masalah-masalah
criminal. Bahan kimia yang digunakan antara lain sianoakrilat, perak klorida,
dan ninhidrin.
13.) peranan kimia di bidang Fisika
Digunakan untuk membantu penemuan material-material baru dalam bidang listrik
(semikonduktor), magnet.
14.) peranan kimia Di Bidang Komputasi
Seperti telah kita ketahui di awal bahwa salah satu komponen perangkat keras (hardware)
computer adalah Mikrochip terbuat dari silikon yang tentu saja di perlukan ilmu
kimia untuk membuatnya. Selain itu bagian paling luar computer adalah plastik yang juga hasil industri kimia.
15.) peranan kimia Di Bidang Fotografi
Penemuan foto berwarna juga tidak terlepas dari peranan kimia dalam membuat zat
warna yang peka terhadap cahaya.
16.) peranan kimia Di Bidang Iptek (Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi)
Terciptanya PLTN, yaitu suatu sumber energi baru berdaya guna sangat besar yang
pada prinsipnya menggunakan teori pemecahan maupun penggabungan atom. Sering
disebut reaksi fisi maupun reaksi fusi.
C. Cabang-Cabang
Ilmu Kimia
1) Kimia Analisis
= mempelajari tentang analisis
bahan-bahan kimia yang terdapat dalam suatu produk.
2) Kimia Fisik
= fokus
kajiannya berupa penentuan energi yang menyertai terjadinya reaksi kimia, sifat
fisis zat serta perubahan senyawa kimia.
3) Kimia Organik
= mempelajari bahan-bahan kimia
yang terdapat dalam makhluk hidup.
4) Kimia Anorganik
= kebalikan dari kimia organik;
mempelajari benda mati.
5) Kimia Lingkungan
= mempelajari
tentang segala sesuatu yang terjadi di lingkungan, terutama yang berkaitan
dengan pencemaran lingkungan dan cara penanggulangannya.
6) Kimia Inti ( Radiokimia )
= mempelajari zat-zat radioaktif.
7) Biokimia
= cabang ilmu kimia yang sangat
erat kaitannya dengan ilmu biologi.
8) Kimia Pangan
= mempelajari bagaimana cara meningkatkan
mutu bahan pangan.
9) Kimia Farmasi
D. Klasifikasi Materi
Kami mendefinisikan kimia
sebagai studi tentang materi dan perubahan yang dialami. materi adalah segala
sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa dan mencakup hal-hal yang dapat
kita lihat dan sentuh seperti benda yang tidak bisa (udara semacam itu). dengan
demikian segala sesuatu di alam semesta memiliki hubungan kimiawi. klasifikasi
materi meliputi zat, campuran, unsur, dan senyawa, serta atom dan molekul.
1) Zat dan Campuran
Suatu zat adalah bentuk
materi yang memiliki komposisi (konstan) yang pasti dan sifat yang berbeda.
Contohnya termasuk air, amonia, garam dapur, emas, dan oksigen. substansi
berbeda satu sama lain dalam komposisi dan dapat diidentifikasi oleh
penampilan, bau, rasa, dan sifat lainnya. campuran adalah kombinasi dari dua
atau lebih zat di mana zat mempertahankan identitasnya yang berbeda. contohnya
udara, minuman ringan, susu, dan semen.
2) Elemen dan Senyawa
Zat bisa berupa unsur atau
senyawa. suatu unsur adalah zat yang tidak dapat dipisahkan menjadi zat kimia
yang lebih sederhana. elemen dapat bergabung satu sama lain untuk membentuk
senyawa. gas hidrogen, misalnya, terbakar dalam gas oksigen untuk membentuk
air, yang memiliki sifat-sifat yang jelas berbeda dari unsur hidrogen dan
oksigen.Komposisi ini tidak berubah,
terlepas dari apakah air itu berasal dari faucet di Amerika Serikat, sebuah
danau di luar Mongolia, atau lapisan es di Mars. Dengan demikian, air adalah senyawa, zat yang terdiri dari atom-atom dua atau unsur-unsur yang secara kimiawi bersatu dalam proporsi tetap. tidak seperti campuran, senyawa dapat dipisahkan hanya dengan cara kimia ke dalam komponen elemen mereka.
Tiga Komposisi KimiaZat padat benda yang memiliki bentuk dan volume yang tetap. Contohnya; kelerang, balok kayu, batu, genteng, tiang besi, tembok, dan lain-lainnya. Zat cair adalah zat atau benda yang memiliki volume yang tetap tetapi bentuknya berubah-ubah sesuai dengan tempat (wadahnya). Contohnya; bensin dalam botol, teh dalam gelas, air minum dalam ceret, sirum dalam gelas, dan lain-lain. Zat gas adalah zat atau benda yang memiliki volume dan bentuk yang selalu berubah-ubah sesuai dengan tempat (wadahnya). Contohnya; balon, ban sepeda dan ban motor, gelas kosong, botol kosong, dan lain-lain.E. Perubahan wujud zatPerubahan wujud suatu zat merupakan perubahan secara fisika. Zat yangmengalami perubahan fisika dapat dikembalikan ke asalnya. Hal inilah yang membedakannya dengan perubahan kimia.
Yang dimaksud perubahan kimia adalah perubahan yang
menghasilkan zat baru dan tidak dapat dikembalikan ke zat sebelumnya.
Adapun perubahan fisik adalah perubahan yang tidak
menghasilkan zat baru dan masih dapat dikembalikan ke zat sebelumnya.
1. Mencair, yaitu perubahan wujud zat dari padat menjadi cair.
Contohnya; es mencair,
2. Membeku, yaitu perubahan wujud zat dari cair menjadi padat.
Contohnya; es yang membeku.
3. Mengembun, yaitu perubahan wujud zat dari gas menjadi cair.
Contohnya; embun.
4. Menguap, yaitu perubahan wujud zat dari cair menjadi gas.
Contohnya; uap air.
5. Menyublim, yaitu perubahan wujud zat dari padat menjadi gas.
Contohnya; kapur barus yang lama-lama habis.
Teori Atom
Pada
beberapa abad sebelum masehi, filsuf-filsuf Yunani, di antaranya Leucippus dan
Democritus berpendapat bahwa semua materi terdiri dari partikel-partikel kecil
yang tak terbagi. Democritus menyatakan bahwa jika suatu materi dibagi menjadi
bagian yang lebih kecil kemudian terus dibagi lagi maka akan sampai pada suatu
saat di mana didapat bagian yang sangat kecil yang tidak dapat dihancurkan atau
dibagi lagi yang disebut atom (‘atomos’ dalam bahasa Yunani yang artinya ‘tak
terbagi’).Namun, pemikiran filosofis tersebut tidak begitu diterima pada
saat itu hingga pada awal abad ke-18, John Dalton merumuskan teori atom yang
berhasil menjelaskan hukum-hukum dasar kimia – hukum kekekalan massa, hukum
perbandingan tetap, dan hukum kelipatan perbandingan.
Teori Atom Dalton
Teori atom
Dalton menyatakan bahwa:
1. Setiap unsur tersusun
dari partikel yang sangat teramat kecil yang disebut atom.
2. Semua atom dari satu unsur yang sama
adalah identik, namun atom unsur satu berbeda dengan atom unsur-unsur lainnya.
3. Atom dari satu unsur tidak dapat diubah
menjadi atom dari unsur lain melalui reaksi kimia; atom tidak dapat diciptakan
ataupun dimusnahkan dalam reaksi kimia.
4. Senyawa terbentuk dari kombinasi atom-atom
dari unsur-unsur yang berbeda dengan rasio atom yang spesifik.
Teori
atom Dalton ini memberikan gambaran model atom seperti model bola pejal atau
model bola billiard.
Teori Atom J.J. Thomson
Pada tahun
1897, J.J. Thomson melakukan eksperimen dengan sinar katoda. Eksperimen
tersebut menunjukkan bahwa sinar katoda terdefleksi (terbelokkan) oleh medan
magnet maupun medan listrik. Hal
ini menunjukkan bahwa sinar katoda merupakan radiasi partikel yang bermuatan
listrik. Pada eksperimen dengan medan listrik, sinar katoda terbelokkan menuju
ke arah kutub bermuatan positif. Hal ini menunjukkan bahwa sinar katoda
merupakan radiasi partikel bermuatan negatif. Selanjutnya, partikel sinar
katoda ini disebut sebagai elektron. Penemuan elektron ini kemudian mengacu
pada kesimpulan bahwa di dalam atom terdapat elektron yang bermuatan negatif.
Menurut model atom Thomson, elektron bermuatan negatif tersebar dalam bola
bermuatan positif seperti model roti kismis, di mana kismis-kismis adalah
elektron-elektron, dan roti adalah bola bermuatan positif.
Teori Atom Rutherford
Pada tahun
1911, Ernest Rutherford melakukan eksperimen menembakkan partikel α — partikel
bermuatan positif — pada lempeng emas tipis. Ia menemukan bahwa sebagian besar
partikel-partikel α tersebut menembus melewati lempeng emas, namun ada sebagian
yang mengalami pembelokan bahkan terpantulkan. Hal ini mengacu pada kesimpulan
model atom Rutherford: model inti, di mana dalam atom yang sebagian besar
merupakan ruang kosong terdapat inti yang padat pejal dan masif bermuatan
positif yang disebut sebagai inti atom; dan elektron-elektron bermuatan negatif
yang mengitari inti atom.
Teori Atom Bohr
Pada tahun
1913, Niels Bohr mengajukan model atom untuk menjelaskan fenomena penampakan
sinar dari unsur-unsur ketika dikenakan pada nyala api ataupun tegangan listrik
tinggi. Model atom yang ia ajukan secara khusus merupakan model atom hidrogen
untuk menjelaskan fenomena spektrum garis atom hidrogen. Bohr menyatakan bahwa
elektron-elektron bermuatan negatif bergerak mengelilingi inti atom bermuatan
positif pada jarak tertentu yang berbeda-beda seperti orbit planet-planet
mengitari matahari. Oleh karena itu, model atom Bohr disebut juga model tata surya. Setiap
lintasan orbit elektron berada tingkat energi yang berbeda; semakin jauh
lintasan orbit dari inti, semakin tinggi tingkat energi. Lintasan orbit
elektron ini disebut juga kulit elektron. Ketika elektron jatuh dari orbit yang
lebih luar ke orbit yang lebih dalam, sinar yang diradiasikan bergantung pada
tingkat energi dari kedua lintasan orbit tersebut.
Teori Atom Mekanika Kuantum
Pada tahun
1924, Louis de Broglie menyatakan hipotesis dualisme partikel-gelombang — semua
materi dapat memiliki sifat seperti gelombang. Elektron memiliki sifat seperti
partikel dan juga sifat seperti gelombang. Pada tahun 1926, Erwin Schrödinger
merumuskan persamaan matematis yang
kini disebut persamaan gelombang Schrödinger, yang memperhitungkan sifat
seperti partikel dan seperti gelombang dari elektron. Pada tahun 1927, Werner
Heisenberg mengajukan asas ketidakpastian Heisenberg yang menyatakan bahwa
posisi elektron tidak dapat ditentukan secara pasti, namun hanya dapat
ditentukan peluang posisinya. Teori-teori — dualisme partikel gelombang, asas
ketidakpastian Heisenberg, dan persamaan Schrödinger—ini kemudian menjadi dasar
dari teori atom mekanika kuantum. Penyelesaian persamaan Schrödinger
menghasilkan fungsi gelombang yang disebut orbital. Orbital biasanya
digambarkan seperti awan elektron, di mana kerapatan awan tersebut menunjukkan
peluang posisi elektron. Semakin rapat awan elektron maka semakin tinggi
peluang elektron, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, model atom mekanika
kuantum disebut juga model awan elektron.
Sebelumnya,
pada tahun 1919, Rutherford berhasil menemukan partikel bermuatan positif, yang
disebut proton, dari eksperimen penembakkan partikel α pada atom nitrogen di
udara. Lalu, pada tahun 1932, James Chadwick menemukan partikel netral, yang
disebut neutron, dari eksperimen bombardir partikel α pada berbagai unsur.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam model awan elektron, awan
elektron terdiri dari elektron-elektron bermuatan negatif yang bergerak sangat
cepat mengelilingi inti atom yang tersusun dariproton yang bermuatan positif
dan neutron yang tak bermuatan.
Referensi Sumber
– Purba, Michael. 2006. Kimia 1A untuk SMA Kelas X.
Jakarta: Erlangga.
– Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (5th edition). New York: McGraw Hill
– Stacy, Angelica M. 2015. Living by Chemistry (2nd edition). New York: W.H. Freeman and Company
– Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (5th edition). New York: McGraw Hill
– Stacy, Angelica M. 2015. Living by Chemistry (2nd edition). New York: W.H. Freeman and Company
McGraw-Hill Higher Education:Brian B.Laird







